Integrasi Alkitab di Dalam Pendidikan Kristen

Di dalam beberapa institusi pendidikan Kristen, penerapan integrasi Alkitab belum mencapai maksud dan tujuan yang sebenarnya. Banyak sekolah Kristen yang menganggap apabila kelas dimulai dan ditutup dengan doa, potongan-potongan ayat Alkitab di dinding, dan mengajarkan beberapa ayat di dalam mata pelajarannya, sudah termasuk dalam penerapan Biblical Integration. Hal-hal tersebut tidaklah sepenuhnya salah, namun belum mencapai maksud dan tujuan yang sebenarnya. Kata integrasi sendiri berasal dari kata latin “integritas” yang memiliki arti memberi tempat dalam suatu keutuhan, keseluruhan, atau kelengkapan. Khoe Yao Tung menjelaskan pelaksanaan integrasi Alkitab dalam pembelajaran terkait dengan pembinaan murid-murid dalam Biblical Worldview, Christian Mind, Christian Nurturing, dan Christian Formation. Khoe juga mengatakan bahwa integrasi bukanlah substitute mata pelajaran, melainkan bringing together. Oleh karena itu, sekolah atau sebuah institusi pendidikan Kristen harus menyajikan integrasi subjek pelajaran yang mampu menghasilkan cara berpikir Kristen di dalam kehidupan murid-muridnya. Lois E. Lebar berpendapat serupa, bahwa selain membahas doktrin, Alkitab digunakan untuk mengkoreksi hidup sehari-hari, untuk melatih, mendewasakan, dan meningkatkan kedisiplinan dalam kekudusan, dalam rangka menjadikan orang-orang percaya bertumbuh dan mencerminkan kehidupan Kristus.

In addition to doctrine, Scripture is to be used to reprove and correct daily living, to train, nurture, discipline in holiness in order that the believer may be mature at each stage of his development, expressing the Christ-life by all the good works that are appropriate for his age-level.

Selama bertahun-tahun, institusi Kristen menerima konsep dikotomi yang diajarkan oleh para penganut evolusi dan ateisme. Litfin menjelaskan konsep dikotomi adalah konsep di mana terdapat pembagian yang terpisah antara dimensi akademik dengan yang rohani. Konsep ini dikembangkan oleh seorang Palaeontologist, bernama Stephen Jay Gould, menulis sebuah buku berjudul Rock of Ages: Science and Religion in the Fullness of Life. Dalam bukunya dia mengatakan tidak masuk akal jika ilmu pengetahuan disatukan dengan hal yang bersifat religius, seperti yang dikutip oleh Litfin “I do not see how science and religion could be unified, or even synthetized, under any common scheme of explanation or analysis…” Menurut penganut konsep ini, pendidikan mengenai ilmu pengetahuan dapat bersifat netral, artinya terlepas dari Allah, padahal konsep tersebut sangat keliru. Tidak ada ilmu pengetahuan yang netral dan terlepas dari Allah. Integrasi adalah melihat bagaimana topik pelajaran yang diajarkan dapat menyingkap karakter atau natur dari Allah, penciptaan, umat manusia, moral, dan tujuan hidup. Bagi para pendidik Kristen, gagasan dari integrasi membawa mereka untuk memikirkan sebuah kebutuhan untuk menggabungkan konten pelajaran dengan Alkitab. Ketika pendidik Kristen memikirkan tentang integrasi Alkitab, maka mereka akan berpikir untuk mengajarkan materi pengajaran dari sudut pandang Alkitab. Menurut Holmes dalam faith and learning integration pada dasarnya berkenaan dengan bagaimana melihat segala sesuatu dengan perspektif Kristen, untuk masuk secara mendalam kepada pikiran melalui perspektif tersebut, kemudian berpikir Christianly.

Kegagalan dari sebuah pendidikan adalah ketika pendidikan tidak mempersiapkan dan membawa seseorang kepada pengertian yang penuh terhadap adanya sebuah tujuan hidup. Pendidikan yang baik dan benar seharusnya memberikan arti dan tujuan hidup seseorang. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, pendidikan Kristen adalah pendidikan yang berpusat kepada Sang Pencipta utama, yaitu Kristus yang adalah Allah sendiri, dan Alkitab merupakan sumber utama, mutlak, dan satu-satunya dari kehidupan Kristus yang menjadi role model tentang apa itu hidup, mengapa manusia hidup, dan bagaimana manusia seharusnya menjalankan hidup. Hal ini ditegaskan oleh Brummelen ketika membahas David Smith di dalam bukunya Walking with God in the Classroom:

“… studying the historical and cultural backgrounds of the Bible and analyzing the meaning of its text helps our students understand and respond to God’s story of creation, sin, and redemption in Jesus Christ. It enriches their insight into God’s purpose and meaning for their lives.”

Lewat pendidikan yang dibangun atas dasar kehidupan dan penginjilan Kristus, mahasiswa/murid akan dibawa kepada suatu keutuhan pengertian mengenai arti dan tujuan hidup yang ditetapkan atas kehendak Allah bagi kehidupan mereka. Oleh karena itu, integrasi Alkitab di dalam pembelajaran penting untuk dilakukan, agar para peserta didik dapat mengenal kebenaran mutlak, karena seluruh kebenaran adalah kebenaran Allah.

Pada tulisan selanjutnya saya akan menjelaskan beberapa model integrasi Alkitab dalam praktek pendidikan Kristen yang dapat kita gunakan sebagai pendidik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: